WASPADA COVID-19 UNIVERSITAS TERAPKAN KULIAH ONLINE YANG BERDAMPAK PADA STRESS MAHASISWA
Seperti yang kita ketahui belakangan ini mengenai virus yang sedang menggemparkan dan melanda dunia yaitu corona virus disease atau novel corona virus (covid-19), sebuah virus baru yang persebarannya melalui kontak dengan penderita yang mengakibatkan infeksi pada sistem pernafasan. Dimana virus ini mengakibatkan penderitanya mengalami sesak nafas, pneumonia akut hingga pada kasus yang parah dapat mengakibatkan kematian.
Di Indonesia sendiri virus ini pertama terdeteksi pada tanggal 2 maret 2020 yang secara langsung diumumkan oleh presiden Joko Widodo, dimana penderita pertamanya adalah seorang ibu dan anak warga depok. Hingga tanggal 22 maret 2020 sudah terdapat 514 pasien positif corona dan 48 orang meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia.
Guna mencegah penyebaran dan mempercepat hilangnya virus corona di Indonesia, pemerintah menghimbau warga untuk melakukan social distancing, yaitu pembatasan interaksi dengan disiplin seperti menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar-manusia. Banyak langkah yang dilakukan pemerintah terkait himbauan mengenai social distancing, diantaranya menutup tempat wisata, menunda acara yang melibatkan banyak orang, mengehentikan sementara beberapa kegiatan keagamaan di tempat umum, meliburkan kegiatan perkantoran, hingga menunda kegiatan sekolah dengan melakukan pembelajaran dari rumah secara online.
Dalam bidang pendidikan sendiri, yaitu kegiatan sekolah (belajar-mengajar) dilakukan dari rumah melalui daring atau secara online, mulai dari sekolah dasar hingga mahasiswa sekalipun dan semuanya dilakukan secara daring terhitung mulai tanggal 16 maret 2020 sampai 14 hari yaitu tanggal 29 maret 2020, bahkan terdapat pertimbangan penambahan waktu mengingat keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang memperpanjang keadaan darurat akibat virus corona sampai tanggal 29 mei 2020.
Pada mahasiswa sendiri, hal ini tentu mengakibatkan banyak perubahan pada tatanan perkuliahan, dari yang semula dilakukan secara offline, sekarang dilakukan secara online atau daring, mulai dari presentasi secara online, penyesuaian sistem e-learning, sampai penambahan tugas dari dosen. Dimana dalam hal ini banyak mengakibatkan mahasiswa yang merasa tertekan atau stress selama adaptasi dengan kuliah online.
Banyak problem baru yang dirasakan mahasiswa, dimulai dari presentasi offline yang semula hanya menyiapkan materi dan power point lalu mempresentasikan didepan kelas menjadi presentasi online yang bukan hanya pada materi dan power point tetapi juga pada tambahan membuat video atau rekaman suara, dimana jika terdapat kesalahan harus mengulang kembali proses rekaman. Lalu permasalahan tugas kuliah yang datang secara terus menurus dengan deadline yang berdekatan atau bahkan bersamaan antara satu tugas dengan tugas yang lain, dimana ketika perkuliahan online dilakukan banyak dosen yang justru cenderung memberikan tugas pada mahasiswanya, apabila hal ini dilakukan oleh banyak dosen maka akan menjadi stressor tersendiri bagi mahasiswa. Ditambah lagi dengan proses adaptasi dengan sistem e-learning yang baru dikenal oleh mahasiswa. Akibat dari banyaknya problem itulah yang mengakibatkan mahasiswa mengalami tekanan bahkan sampai mengalami stress, karena merasa selalu tegang memikirkan tugas-tugas dan sistem-sistem baru, mengakibatkan banyaknya fikiran hingga terjadi penurunan nafsu makan, sulit tidur ataupun kurang tidur, hingga tidak focus pada beberapa hal.
Berdasarkan Wikipedia bahasa Indonesia, beberapa ahli mendefinisikan stress sebagai respon non spesifik dari tubuh di setiap tuntutan, atau suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan di mana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang, juga dapat diartikan sebagai adanya ketidakseimbangan antara tuntutan (fisik dan psikis) dan kemampuan untuk memenuhinya. Dimana pada kasus ini dorongan terjadinya stress adalah dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Seperti yang telah disebutkan diatas, para mahasiswa banyak mengalami ketidak seimbangan antara tuntutan fisik berupa pemberian tugas yang terus menerus, serta tuntutan psikis akibat tekanan dari tuntutan fisik dengan ketidakmampuan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Dari adanya hal tersebut para mahasiswa menunjukkan beberapa gejala yang condong pada keadaan stress, berupa perasaan mudah gusar, frustasi, moody, tegang, pusing, turunnya nafsu makan, sulit focus, insomnia dll.
Keadaan seperti yang tertera diatas menunjukkan bahwa efek dari mewabahnya virus corona di Indonesia pada bidang pendidikan menjadikan berubahnya beberapa tatanan di sistem perkuliahan juga mengakibatkan beberapa dampak negatif pada mahasiswa berupa keadaan stress, yang apabila hal ini terus berlangsung lama akan mengakibatkan perilaku maladaptive lain yang lebih serius seperti gangguan panik ataupun generalized anxiety disorder.
Untuk penanganan terhadap fenomena diatas, diperlukan adanya coping yang dilakukan baik itu dari dukungan sosial ataupun diri individunya sendiri, Ada baiknya dari sisi mahasiswanya sendiri lebih banyak meregulasi diri secara baik agar terhindar dari datangnya stress misalnya dengan melakukan meditasi, banyak beribadah dengan sholat dan berdoa, atau melakukan kegiatan yang menyenangkan sebagai selingan ketika padatnya perkuliahan seperti menonton film, baiknya juga mahasiswa dapat memikirkan stressor secara lebih positif dengan tidak menjadikan beban, ataupun dari sistem pemberian tugasnya dapat diberikan secara lebih ringan dan tidak menekan atau mengevaluasi kembali terkait kuliah online atau tugas online.

Komentar